pencarian

Minggu, 25 September 2011

SAAT SEMUA TELAH MENJADI MASA LALU

Suatu hari nanti, SAAT SEMUA TELAH MENJADI MASA LALU aku ingin ada diantara mereka,
Yang beralaskan di atas permadani sambil bercengkerama dengan tetangganya,
Saling bercerita tentang apa yang telah dilakukannya di masa lalu, Hingga mereka mendapat anugerah itu.
”Duhai kawan, dulu aku miskin dan menderita, namun aku tetap berusaha senantiasa bersyukur dan bersabar.
Dan ternyata, derita itu hanya sekejap saja dan cuma seujung kuku, di banding segala nikmat yang ku terima di sini.”
”Wahai kawan, dulu aku membuat dosa sepenuh bumi, namun aku bertobat dan tak mengulangi lagi hingga maut menghampiri.
Dan ternyata, ampunan-Nya seluas alam raya, hingga sekarang aku berbahagia.”
Suatu hari nanti, KETIKA SEMUA TELAH MENJADI MASA LALU,
aku tak ingin ada di antara mereka, yang berpeluh darah dan berkeluh kesah,
andai di masa lalu mereka adalah tanah saja.
”Duhai! Harta yang dahulu ku kumpulkan sepenuh raga, ilmu yang ku kejar setinggi langit, kini hanyalah masa lalu yang tak berarti.
Mengapa dulu tak ku buat menjadi amal jariah yang dapat menyelamatkan ku kini?”
”Duhai! nestapa, kecewa, dan luka yang dulu ku jalani, ternyata hanya sekejap saja dibanding sengsara yang harus ku arungi kini.
Mengapa aku dulu tak sanggup bersabar meski hanya sedikit jua?” 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar