pencarian

Minggu, 25 September 2011

sekumpulan kata"

Ijinkan aku rindukan kamu. Seperti yang selalu dilakukan malam kepada pagi. Ingin ini datang tanpa bisa dicegah. Terbawa angin tanpa bentuk. Menggumpal di tepian hati. Memaksa nadi berdetak lebih cepat. -------------------------------------------------- Selamat malam rindu Lelah aku dengan detakmu yang tak tentu Datang dan pergi sesukamu Tak cukupkah waktu mengejarmu Maka hentikan larimu Lalu… biarkan aku merengkuhmu… ------------------------------------------------- Kabut bergelayut manja di langit yang hitam Menyelimuti lelah menyenandungkan buaian Merayu bumi yang merajuk seharian Seribu peri menarikan ucapan selamat tidur… ------------------------------------------------------------- ------------------------------------------------------------- Kamar yang sunyi Lampu yang redup Malam bersandar pada pintu yang terbuka Angin berhembus bebas Dan hatiku berdetak dalam tanya Bilakah rindu bersua… Satu waktu dibawah bulan biru… -------------------------------------------------------------- Harumnya tanah berembun Menggeliat di hangatnya matahari Disela aroma malam yang enggan pergi Sayap-sayap kecil mulai dikepakkan Seisi alam ucapkan salam… Pagi yang indah … ! Ketika nafas tak lagi ciptakan kata… Kemana sajak mesti dicari …? Bibirku hanya mampu teriak bisu !!!, Ditepian hasrat dilalunya waktu…. Kembalikan padaku….. Yang ada diujung rindu… Selamat malam untukmu .. Dari pelangi berembun yang mengatup ke bisikan lelah Dari kesadaran yang menguap dalam tarikan nafas sang kantuk Semoga asa baru sapa mimpimu…. Selamat tidur…… Aku rindu pada hujan… Pada denting air yang turun, Pada aroma tanah yang becek karena air, Kabut yang tipis berbalut dingin…. Lalu khayalku kan berlari… Bersama rinduku untukmu… Bulan, coklat dan keju….. Adalah sepotong mimpi yang berenang diatas laut malam Laut malam yang hitam tapi manis Bahkan lebih manis dari segelas air gula Selaksa aroma hutan datang dari seberang langit Segar…. sesegar mint… Harum… seperti harumnya coklat…. Kenapa kamu membisu… Seperti malam kelam yang menelan cahaya…. Gelap tanpa satupun bintang… Sunyi seperti bisikan hening… Tak inginkah mengucapkan asa.. Demi sepotong rindu yang tertinggal ditepian hati.. Setitik embun yang tertinggal, Adalah rindu yang menggumpal di tepian asa. Mengendap dari kabut yang berpacu dengan waktu Sedikit tersamar… tapi tak cukup pudar… untuk bisa dilupakan… Karena suka akan panggilkan…. Sebait bayu tuk temukan kamu…

Tidak ada komentar:

Posting Komentar