kupersembahkan padamu
kupersembahkan padamu padamu sekuntum ciuman segar dalam buket bunga kesukaanmu:
aster, krisan dan sejumlah mawar sebuah puisi kusematkan dalam sebuah lembar pagi
terasa spesial kurasakan jendela hati terbuka lebar.
Seperti kau memahami bait puisi ia bukan sembarang bahasa –
tetapi sehela nyawa puisi tidak disusun untuk epitaf peresmian puisi menghidupkan kata demi kata dan menuntaskannya sebagai doa.
Seperti aku tenggelam di matamu seluruh hatiku sibuk mengeja lembar pustaka pun mulutku tak sanggup bicara sedang tanganku
diamdiam sibuk memeras sarikata yang kadang menyelinap dalam remas jemarimu.
Puisi mengembara perjalanan tersembunyi mengarungi samudera
di ombak tatapanmu baitbaitnya terurai dalam tiap derai bulumata menciumi pantaipantai semampai di lekuk tubuhmu lihatlah jejak kakiku, hanyut selalu bersamamu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar